Sering Luput, Ajari Anak ‘Menyusun Rencana’ Sejak Dini


Sumber: shutterstock.com

“Mom, aku diberi sanksi oleh Bu Guru karena buku pelajaranku ketinggalan.”

“Mom, penghapusku hilang.”

“Mom, aku lupa membawa topi padahal ada upacara.”

Pernahkah Mom ada dalam situasi serupa? Anak-anak sering melupakan sesuatu yang seharusnya ia bawa, ataupun menghilangkan benda yang sering ia gunakan. Kalau ya, bisa jadi anak-anak memiliki kendala dalam ‘menyusun rencana’.

Kemampuan perencanaan bermanfaat bagi semua orang, bukan hanya dalam acara-acara besar melainkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan tersebut juga tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa, tetapi juga anak usia dini. Anak-anak yang punya kemampuan perencanaan baik umumnya akan menjadi pribadi yang disiplin, terbiasa melakukan kegiatan secara berurutan dan rapi, serta berpotensi menjadi pemimpin karena mampu menyusun strategi. Kelak, anak-anak juga mudah berbaur dalam tim, atau mudah bekerja dalam organisasi penyelenggara, seperti event organizer, wedding organizer, juga travel organizer, yang diaggap rumit karena mereka yang terlibat di dalamnya dituntut memiliki kemampuan perencanaan yang baik.

Tahukah, Mom, kemampuan perencanaan bisa diajarkan sejak usia dini? Berikut beberapa langkah mudah mengajarkan anak menyusun rencana yang bisa diajarkan di rumah.

  1. Libatkan anak dalam membuat rencana

Saat hendak melakukan sesuatu, misalnya pergi berlibur atau sekadar menentukan menu masakan, ajak anak terlibat di dalamnya. Tanyakan tempat wisata yang diminati atau menu masakan yang ingin disantap. Tanyakan pula alasan anak memilih tempat atau menu tersebut, termasuk apa yang disuka atau tidak disuka dari tempat atau menu tersebut. Setelah menanyakan hal tadi, Anda mungkin akan mendapati anak merasa bingung sejenak, lalu berpikir sebelum menjawabnya. Itulah langkah awal ia menyusun rencana.

  1. Membuat rencana

Dalam kegiatan sehari-hari, kita dapat pula mengajarkan anak menyusun rencana. Misalnya, dengan menanyakan kepada anak kegiatan apa yang ingin dilakukannya nanti. Pada anak usia prasekolah, Anda dapat meminta anak menyusun rencana kegiatannya di pagi hari secara berurutan, seperti bangun tidur, makan, mandi, naik sepeda, berkreasi, lalu menonton TV. Sementara pada anak usia sekolah, Anda dapat memintanya membaca jadwal pelajaran esok hari dan menyiapkan buku sesuai jadwalnya.

  1. Menentukan benda yang dibutuhkan dan cara untuk melakukan

Setelah membuat rencana, minta anak menyebutkan benda-benda yang dibutuhkan dalam kegiatan yang sudah direncanakan, lalu menyiapkannya. Misalnya, menyiapkan topi dan tempat minum saat akan bersepeda, serta menyiapkan topi dan dasi bila ada upacara esok hari. Minta pula anak untuk membayangkan cara yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatannya. Misalnya, kendaraan apa yang ingin anak pakai saat ingin pergi ke suatu tempat.

  1. Melakukan kegiatan secara runut

Ajak anak melakukan kegiatan yang harus dilakukan secara runut. Misalnya, mengikuti langkah-langkah dalam melipat origami, langkah-langkah menanam bibit tanaman, juga langkah-langkah memasak menu sederhana.

  1. Mengevaluasi pelaksanaan rencana

Penting bagi orang tua untuk mengevaluasi rencana yang telah dilakukan anak. Berikan apresiasi atas rencananya yang berjalan lancar, serta beritahukan bila ada sesuatu yang luput darinya. Orang tua juga perlu meminimalkan keinginan untuk mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan anak sampai-sampai tidak memberinya kesempatan menginisiasi rencananya.

Itulah lima cara mudah mengajarkan anak menyusun rencana. Lakukan secara konsisten maka Anda akan melihat perubahannya.