5 Mitos yang Salah tentang Imunisasi untuk Anak


Imunisasi unuk Anak

Sumber: cloudinary.com

World Health Organization (WHO) mendefinisikan imunisasi sebagai proses di mana seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit menular. Imunisasi atau pemberian vaksin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi sangat penting bagi semua orang terutama untuk anak Anda.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang justru takut anaknya divaksin karena berbagai macam alasan lain. Padahal seharusnya tidak boleh ada orang tua yang melarang pemberian vaksin pada anak karena pemberian dan penyelenggaraan imunisasi telah diatur dalam Peraturan Menteri kesehatan Nomor 42 tahun 2013.

Tentu saja kalau imunisasi pada anak sangat penting adanya, meski begitu sang anak pun harus diyakinkan soal pentingnya imunisasi untuk meningkatkan kondisi tubuh. Sebagai orang tua pun sudah selayaknya kita semua memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi sehingga lebih yakin untuk memberikannya pada anak.

Lantas kenapa Imunisasi kerap ditakuti oleh orang tua? Benarkah mitos-mitos soal imunisasi nyata adanya? Simak ulasannya.

  1. Apakah Imunisasi Berbahaya ?

TIDAK BENAR, imunisasi berbahaya. Pendapat tersebut yang dimuat pada buku, tabloid, atau milis umumnya dikutip dari artikel yang ditulis oleh seorang psikolog, ahli statistik, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, kolumnis, ahli kanker, dan jurnalis, yang bekerja pada era tahun 1950 – 1960. Padahal jenis dan teknologi pembuatanvaksin telah mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, sehingga sangat berbeda dengan keadaan di tahun 1950 – 1970an.

  1. Vaksin Mengandung Zat-zat Berbahaya yang Merusak Otak?

TIDAK BENAR. Sebaiknya kita memahami isi dan manfaat vaksin, serta batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Sebagai contoh, total bahan kimia etil merkuri yang ada dalam zat timerosal yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui vaksin sekitar 150 mcg/kgbb/6 bulan atau sekitar 6 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih tinggi (159 mcg/ kgbb/minggu). Oleh karena itu, vaksin yang mengandung merkuri dosis sangat rendah dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawas lainnya.

  1. Apakah Semua Zat Kimia Berbahaya bagi Bayi?

TIDAK BENAR. Sebaiknya kita juga memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan zat kimia. Oksigen, air, nasi, buah, sayur, jahe, kunyit, lengkuas, semua tersusun dari zat kimia. Oksigen mempunyai rumus kimia O2, air H2O, garam NaCl. Buah dan sayur terdiri dari serat selulosa, fruktosa, vitamin, mineral, dll. Telur terdiri dari protein, asam amino, mineral. Itu semua adalah zat kimia, karena ada rumus kimianya, sehingga disebut biokimia.Oleh karena itu, zat kimia umumnya justru sangat dibutuhkan untuk manusiadalam takaran yang aman,kecuali zat kimia yang berbahaya.

  1. Benarkah Vaksin Mengandung Lemak babi?

TIDAK BENAR. Pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 – 20 tahun lalu, proses panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya.Tetapi induk bibit vaksin tersebut kemudian dicuci dan dibersihkan total dengan cara ultrafiltrasi ratusan kali, sehingga vaksin yang diberikan kepada anak tidak mengandung tripsin babi. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan khusus. Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat dipakai, selama belum ada penggantinya. Contoh: vaksin meningokokus haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus.

  1. Benarkah Imunisasi Aman untuk Anak?

BENAR. Saat ini lebih dari 190 negara secara terus menerus melakukan imunisasi untuk bayi dan balita. Di negara tersebut terdapat institusi resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin, yang beranggotakan dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, biostatistika dll. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% (artinya lebih dari 90 % anak/bayi telah mendapat imunisasi).

Sudah paham bukan pentingnya imunisasi pada anak? Yap, karena imunisasi memiliki dampak yang baik dan diawasi langsung oleh lembaga pemerintah yang berintegritas. Maka dari itu pentingnya bagi kita para orang tua untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya imunisasi. Seperti dalam buku terbitan ERLANGGA, yang berjudul “SERI ANAK SEHAT: NANA IMUNISASI” yang berisi seputar pentingnya imunisasi bagi anak. Dapatkan di toko buku terdekat maupun secara online.