Amankah Hewan Peliharaan Bagi Anak di Rumah ?


Sumber: Freepik

Saat kita memiliki bayi atau anak kecil di rumah, tentu segala cara akan kita lakukan untuk menghindari buah hati terkena berbagai penyakit, seperti alergi. Tidak jarang, beberapa dari kita akan menjauhkan hewan peliharan dari jangkauan buah hati agar terhindar dari penyakit atau alergi yang mungkin saja dibawa oleh hewan tersebut. Namun, hal tersebut sebenernya tidak benar. Dengan hadirnya hewan peliharaan di rumah, tentu dapat membantu mereka tetap sehat selama masa pertumbuhan dan mengurangi timbulnya alergi saat mereka menjadi dewasa.

Dibandingkan dengan anak-anak yang rumahnya bebas hewan peliharaan, anak-anak yang memelihara hewan seperti anjing atau kucing lebih sedikit beresiko terinfeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, dan lebih sedikit membutuhkan perawatan antibiotik. Efek kesehatan positif ini juga bisa dikarenakan hipotesis microbiome, yang menyatakan bahwa paparan awal berbagai mikroba yang baik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dengan mengubah mikroba di dalam tubuh untuk melindungi tubuh dari alergi dan infeksi.

Hidup dengan hewan peliharaan juga dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan alergi di kemudian hari, tetapi hanya jika hewan peliharaan itu hidup dengan anak selama tahun pertama kehidupan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa bayi yang dibesarkan di rumah dengan hewan peliharaan seperti kucing akan mengurangi resiko alergi terhadap bulu kucing, dibandingkan dengan bayi di rumah yang tidak memiliki kucing. Hal ini dikarenakan bulu hewan peliharaan dan bakteri di dalamnya dianggap dapat membiasakan tubuh membangun kekebalan alami.

Anak-anak yang memiliki hewan peliharaan tentu memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Mereka juga cenderung mengalami alergi terhadap tungau debu. Ada banyak penelitian lain dengan hasil yang serupa, salah satunya yaitu anak-anak yang dibesarkan di peternakan dengan hewan cenderung jarang terpapar alergi. Penelitian lainnya juga menunjukan bahwa anak-anak usia 5-11 tahun di tiga sekolah di Inggris dan Skotlandia memiliki lebih sedikit hari ‘libur’ karena sakit jika mereka memiliki hewan peliharaan di rumah.

Tentu saja, meskipun hewan peliharaan aman untuk anak-anak, tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Anak-anak tertentu lebih rentan terhadap penyakit karena kelemahan sistem kekebalan tubuh mereka atau keadaan variabel lainnya, dan orang tua dari anak-anak ini harus selalu mengikuti saran dokter cara mengelola interaksi dengan hewan peliharaan. Selain itu, anak-anak yang sudah memiliki alergi terhadap anjing atau kucing tidak boleh terkena bulu hewan tersebut sehingga harus dihindarkan.

Jadi, memelihara hewan seperti anjing dan kucing saat kita memiliki bayi tentu tidak menimbulkan menimbulkan resiko tambahan bagi kesehatan mereka. Justru dengan memelihara hewan menggemaskan itu dan memperkenalkan mereka untuk pertama kali, hewan peliharaan tentu benar-benar dapat memperkuat sistem kekebalan mereka, menjaga mereka lebih sehat, dan menurunkan resiko kemungkinan mereka terkena alergi. Namun, bukan berati kita harus memelihara hewan peliharan di rumah hanya untuk mengingkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ini hanya alasan lainnya untuk menunjukan rasa kasih sayang terhadap hewan sebagai mahkluk hidup.(Safira)