Meningkatkan Jiwa Sosial Anak dengan Bermain di Luar


bermain-trampolin

Sejatinya, setiap individu merupakan makhluk sosial, yang artinya kita selalu dianjurkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada anak usia dini, interaksi dengan orang lain akan melatih kemampuannya untuk berbagi rasa, serta kemampuan untuk menyampaikan pesan dan perasaannya dengan tepat. Aktivitas yang paling efektif bagi anak untuk melatih kepekaan dan  jiwa sosialnya adalah bermain. Dengan bermain anak dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, baik teman sebaya, ataupun orang dewasa.

Seiring bertambahnya usia anak, aktivitas bermain pun menjadi semakin luas. Kualitas permainan anak-anak akan menjadi lebih sosial dan tidak lagi terpusat pada aktivitas-aktivitas di dalam ruangan. Biasanya, di usia ini anak telah memiliki kelompok-kelompok kecil, dan permainan yang dilakukan lebih cenderung pada permainan yang menuntut anak untuk bekerja sama.

Berada dalam lingkaran sosial pertemanan yang baru, akan melatih anak untuk belajar hidup berdampingan dengan orang lain. Melalui permainan-permainan tersebut, anak akan belajar tentang konflik/pertentangan, kompetisi, sekaligus kerukunan dan kerja sama antar teman bermain. Jiwa sosial anak akan terasah, karena mereka akan mengerti bahwa hidup ini bukan hanya tentang mereka dan keinginan-keinginan mereka, melainkan juga tentang orang lain dan kepentingan bersama.

Melalui Eksiklopedia Permainan Tradisional Anak Indonesia, orang tua diajak untuk memahami bahwa bermain itu penting bagi tumbuh kembang anak. Melalui permainan tradisional, yang pada umumnya berbasis di luar ruangan, orang tua dan anak diharapkan mampu memahami bahwa bermain sejatinya adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak untuk mengembangkan  kemampuan fisik, kognitif, afektif, dan sosialnya.

Anda bisa mendapatkan Eksiklopedia Permainan Tradisional Anak Indonesia dari Penerbit Erlangga ini di toko buku terdekat atau melalui www.bukuerlangga.com untuk melakukan pemesanan online.