{"id":4041,"date":"2020-04-14T07:55:37","date_gmt":"2020-04-14T07:55:37","guid":{"rendered":"http:\/\/erlanggaforkids.com\/?p=4041"},"modified":"2020-04-14T08:20:14","modified_gmt":"2020-04-14T08:20:14","slug":"begini-lho-cara-ampuh-ajari-anak-pentingnya-sifat-pemaaf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/2020\/04\/14\/begini-lho-cara-ampuh-ajari-anak-pentingnya-sifat-pemaaf\/","title":{"rendered":"Begini lho Cara Ampuh Ajari Anak Pentingnya Sifat Pemaaf"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4037\" aria-describedby=\"caption-attachment-4037\" style=\"width: 496px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-4037\" src=\"http:\/\/erlanggaforkids.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/19-begini-pentingnya-mengajarkan-sikap-pemaaf-pada-anak.jpg\" alt=\"\" width=\"496\" height=\"264\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4037\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memaafkan adalah sifat yang tidak mudah untuk diajarkan pada anak. Dengan memiliki sifat ini, terbukti seseorang akan menjadi lebih bahagia dan dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi orang dewasa, terkadang memaafkan memang sulit, tapi dengan memaafkan hati kita menjadi tenang dan tentram, itulah\u00a0 mengapa mengajarkan\u00a0anak\u00a0untuk jadi\u00a0pemaaf\u00a0sangat penting dilakukan, dan banyak\u00a0manfaat bagi anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Butuh hati yang besar untuk mengakui kesalahan yang sudah kita perbuat. Itulah sebabnya meminta maaf dapat membantu Si Kecil belajar untuk berjiwa besar dan bertanggung jawab dengan kesalahan yang dilakukannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengajarkan anak tentang pentingnya menjadi pemaaf? Kami telah merangkum dari berbagai sumber untuk mengajarkan pentingnya menjadi pemaaf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orang Tua Wajib Menjadi Contoh <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak merupakan peniru yang ulung. Mereka dapat dengan mudah menyerap apa yang mereka lihat, dengar, dan alami, terutama apabila sumbernya berasal dari kedua orang tua sendiri. Oleh sebab itu, Mam dan pasangan harus saling memaafkan apabila ada yang berbuat salah. Saat Mam dan pasangan melakukan kesalahan pada Si Kecil, bersegeralah meminta maaf. Si Kecil pun akan lebih mudah meniru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ajarkan Pentingnya Alasan untuk Minta Maaf<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat meminta maaf, jangan lupa untuk memberikan alasan kepada Si Kecil. Jelaskan menggunakan bahasa sesederhana mungkin agar Si Kecil paham. Berikan contoh-contoh nyata yang biasa terjadi dalam keluarga. Dengan melihat alasan yang masuk akal, Si Kecil akan lebih cepat belajar. Apabila ia belum paham, berikan waktu lebih pada Si Kecil agar bisa memahami makna saling memaafkan seutuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jadikan Sifat Pemaaf menjadi Alur Penting dalam Keluarga<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak menjadi penonton pertama setiap pertengkaran yang terjadi diantara kedua orang tua mereka. Oleh karena itu ketika Mam atau Pap melakukan kesalahan, langsung ucapkan permintaan maaf. Sehingga anak-anak dapat merasakan pelajaran berharga mengenai maaf yang dapat merubah suasana tegang menjadi lebih ceria.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Berikan Pujian pada Anak setelah Minta Maaf<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pujian dapat menjadi penghargaan kecil sekaligus motivasi bagi Si Kecil untuk melakukan tindakan yang diharapkan orang tua. Mam bisa memberi pujian tiap kali Si Kecil berhasil meminta maaf atau memaafkan orang lain. Apabila belum, tetaplah beri motivasi pada Si Kecil agar ia terdorong untuk melakukannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memaafkan adalah sifat yang tidak mudah untuk diajarkan pada anak. Dengan memiliki sifat ini, terbukti seseorang akan menjadi lebih bahagia dan dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bagi orang dewasa, terkadang memaafkan memang sulit, tapi dengan memaafkan hati kita menjadi tenang dan tentram, itulah\u00a0 mengapa mengajarkan\u00a0anak\u00a0untuk jadi\u00a0pemaaf\u00a0sangat penting dilakukan, dan banyak\u00a0manfaat bagi anak. Butuh &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/2020\/04\/14\/begini-lho-cara-ampuh-ajari-anak-pentingnya-sifat-pemaaf\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Begini lho Cara Ampuh Ajari Anak Pentingnya Sifat Pemaaf<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_regular_price":[],"currency_symbol":[],"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[4],"tags":[],"post_slider_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":"","post_slider_layout_landscape_large":"","post_slider_layout_portrait_large":"","post_slider_layout_square_large":"","post_slider_layout_landscape":"","post_slider_layout_portrait":"","post_slider_layout_square":"","full":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4041"}],"collection":[{"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4041"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4049,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4041\/revisions\/4049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/erlanggaforkids.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}